Ikut Membangun

1500 Pelanggan PDAM Tirta Ogan Bakal Dikenakan Tarif Baru

Direktur PDAM Tirta Ogan bersama pegawai

Inderalaya — Sebanyak 1500 pelanggan PDAM Tirta Ogan bakal dikenakan tarif baru mulai September dan akan ditagihkan pada Oktober mendatang. Sumber air dari Sungai Kelekar, Pemulutan dan sebagainya.

Direktur PDAM Tirta Ogan Direktur PDAM Tirta Ogan Ir Muhammad Azwar didampingi Kabag Keuangan dan Administrasi Husin mengatakan daya tampung unit pengolahan air khususnya di Inderalaya sebanyak 40liter per detik bisa mengalirkan air ke seluruh Kecamatan Inderalaya Utara dan Inderalaya, untuk kapasitas bisa mengalirkan sebanyak 3000 pelanggan namun sekarang baru 1500 pelanggan.

“Kalau Inderalaya sumber air Sungai Kelekar, agar air menjadi jernih kita gunakan kaporit 60kg/hari dan soda untuk menetralkan air agar ph menjadi 6 atau 7.  Setelah air dikelola kemudian masuk ke reservoir baru dikirim ke rumahtangga perkantoran. Saat ini pulp banyak rusak sehingga dibersihkan manual, dengan cara menguras air. Ini salah satu servis pelayanan kita ke pelanggan air air jernih dan bisa lancar mengaliri,” kata  Azwar

Menurutnya untuk unit pengolahan air sebanyak 15unit tersebar di Kecamatan Pemulutan, KTM Desa Sungai Rambutan, Desa Betung, Payaraman, Desa Meranjat, Kecamatan Tanjungbatu,  Muarakuang, Tanjung Raja, Rantau Panjang Inderalaya sebanyak 2 unit  kecuali Kecamatan Kandis yang belum ada.

Ditambahkan Azwar saat ini ada 1500 pelanggan PDAM Tirta Ogan dan berharap jumlahnya terus mengalami peningkatan. Disebutkannya 6500 pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Ogan Ilir (OI) bakal mendapatkan pemasangan gratis biaya pemasangan sebesar Rp 1.350.000, yang bersumber dari APBN sehingga dibutuhkan dana Rp 21 miliar.

“Inikan dananya dari APBN jumlahnya 6500pelanggan sebanyak Rp21miliar. Ini upaya kita menambah jumlah pelanggan, sehingga bisa meningkatkan pendapatan dengan banyak pelanggan, perluasan area pelayanan, dan sebagainya,”jelasnya.

Menurutnya program tersebut sesuai program nawacita Presiden RI Joko Widodo, yaitu air bersih bukan hanya dinikmati oleh masyarakat kelas atas, namun seluruh masyarakat dengan program presiden 100 0 100 yaitu 100 persen air bersih 0 persen daerah kumuh dan 100 persen sanitasi bersih

” Kerjasama kita jalin dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Yulius,  karena itukan prosesnya APBN. Yang jelas jumlah tersebut kita harapkan disepakati jadi tidak ada pengurangan. Inikan sudah diusulkan ke Jakarta tinggal menunggu keputusan dari Kementerian PU dan Kemenkeu. Jadi meskipun tarif naik tapi tetap tidak memberatkan masyarakat miskin karena pemasangan biaya awalnya gratis,”katanya. (sar)

 

Baca Juga