Ikut Membangun

Berpotensi Rugikan Rakyat, FSPPB Nekad Orasi Tolak Pelepasan Bisnis LNG

Aksi Dilakukan di Refunery Unit III Pertamina Plaju

Palembang — Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelar orasi di Refinery Unit III Pertamina Plaju Palembang, Kamis (25/7). Aksi yang dimulai pukul 07.00pagi ini dengan tegas menolak rencana pemerintah untuk pelepasan bisnis LNG, karena dinilai berpotensi merugikan rakyat. Mereka kompak meneriakkan yel-yel bahwa Pertamina adalah milik rakyat yang dikelola untuk kemakmuran masyarakat banyak

Aksinya yang dipimpin Arie Gumilar dan Muhammad Yunus sebagai Koordinator menuntut tiga hal kepada pemerintah. Ketiga tuntutan kami tidak lain, meminta pemerintah untuk mempertahankan proses bisnis LNG pada Pertamina yang keuntungannya 100 persen untuk kemakmuran rakyat, selain itu meminta pemerintah untuk memastikan Pertamina dapat menyusun program kerja rencana bisnis LNG yang mendukung securty of supply nasional baik jangka pendek maupun panjang” kata Muhammad Yunus.

Mereka pun mendesak untuk menghentikan segala upaya pengalihan proses bisnis LNG yang dilakukan melalui holding migas ke PGN karena menyebabkan potensi kerugian negara karena kepemilikan saham publik di PGN sebesar 43,04 persen.

Dengan ‘aksi keprihatinan tolak aksi korporasi pelepasan bisnis LNG Pertamina’, FSPPB berharap agar dipenuhi dalam rangka membangun kedaulatan energi yang pada gilirannya akan mampu memperkuat ketahanan nasional.

“Kami harap suara kami di dengarkan Pemerintah, demi kesejahteraan bersama,” tutupnya. (sar)

 

Baca Juga