Ikut Membangun

Bupati OI Rayakan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 H

Inderalaya — Bersama pegawai ASN, tokoh agama,  tokoh masyarakat, Bupati Ogan Ilir (OI) H Ilyas Panji Alam memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 H di Masjid Agung An Nur,  Rabu(4/10/2017). Acara di awali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Tamrin Mandrin.

Kepala Kesra Drs H Ansori Ijazi mengatakan sebelum ceramah, acara dimulai khataman Al Qur’an oleh para santri dan siswa SMA dan MAN. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat Ruqiat Ustad Ahmad Fikri.

Menurutnya, Baznas OI telah memiliki 6 program dalam menyalurkan zakat, infak dan sodakoh yang telah diberikan oleh para PNS di OI. Enam program itu adalah OI Sehat, OI Cerdas, OI Perduli, OI Makmur, OI Sejahtera, dan OI Religius yaitu bantuan tunjangan bagi guru mengaji teradisional.

“Alhamdulilah pada tahun 2018 mendatang akan menjadi tuan rumah Musabaqoh Tiwatil Quran tingkat provinsi Sumsel. jadi kita sambut dengan meriah,”jelasnya kemarin.

Bupati OI HM Ilyas Panji Alam dalam arahannya mengatakan bahwa Pemkab OI akan selalu serius dalam peningkatan program pembangunan di bidang agama, seperti memfasilitasi Wisuda Akbar tingkat provinsi Sumsel, di tahun 2018 akan dilaksanakan program pendidikan satu desa satu diniyah.

“Peringatan tahun baru saya mengajak marilah kita berusaha meningkatkan kualitas keimanan dengan senantiasa menteladani nilai-nilai ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.Sangatlah berapresiasi kepada Kapolres OI dalam pertemuan dengan seluruh tokoh – tokoh agama, masyarakat, yang telah menggelar kordinasi  dalam kesepakatan pelarangan tempat mesum. Semoga niat baik kita dalam pemberantasan narkoba di Kabupaten OI dapat terlaksana,”ujarnya

Menurutnya, kepada PNS OI sehubungan dengan sudah dilantiknya Baznas OI dirinya mengeluarkan surat edaran dalam mengatur zakat infak dan sedekah di kalangan PNS OI, guna membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Saya mengajak mari kita simak ceramah agama yang disampaikan oleh H Ahmad Nachrowi ketua LPTQ dan Nadathul Ulama OI dengan judul untaian filosofi hijroturrosul,”ujarnya.

Menurutnya, pada setiap tahun baru Masehi 1 Januari banyak masyarakat menjadi lattah dalam memperingatinya padahal belum tentu hal yang dilakukan mereka bermanfaat banyak yang mengandung mubasir dan tak penting di luar ajaran muslim.

Namun saat tahun baru Hijriyah seharusnya para muslim dapat memperingatinya dengan penuh makna seperti yang dilaksanakan pada hari ini di Masjid Agung An Nur yaitu khataman Al Qur’an. (sar)

 

Baca Juga