Ikut Membangun

Dampak Negatif Pacaran Bagi Pelajar

Jaman sekarang pacaran sudah jadi hal biasa di kalangan pelajar sebagai ajang kenalan yang biasanya mereka labeli dengan kata ta’aruf. Pacaran pula adalah sebuah topik yang cukup hangat untuk dibicarakan, seakan tak ada usainya untuk dibahas.

Pacaran itu sendiri apa sih?
Adanya keterikatan emosi antara pria dan wanita dengan tujuan agar saling mengenal dan melihat kesesuaian antara satu sama lain sebagai pertimbangan sebelum menikah. Kemudian seiring perkembangan zaman yang melaju begitu pesat mampu membuat para remaja lebih mudah meniru gaya hidup yang kekinian. Dari situlah para remaja mendapat dorongan untuk mencontoh budaya bangsa barat yang tidak sesuai diterapkan di Indonesia.

Pacaran bagi seorang pelajar banyak mengundang dampak negatif. Jika tidak pacaran, seorang siswa tentunya bisa melakukan aktivitas lain yang lebih produktif tanpa harus menyita waktu mereka untuk hal yang kurang bermanfaat, misal membuat karya seni, menulis artikel, cerpen, puisi, karya tulis, mengerjakan PR, atau yang lainnya. Namun seringkali produktivitasnya turun lantaran ia menyumbangkan separuh waktunya untuk berpacaran.

Orang yang pacaran akan selalu berkorban untuk pacarnya. Bahkan uang yang seharusnya untuk ditabung bisa habis untuk bersenang-senang. Membelikan hadiah pacarnya, membeli pulsa, mentraktir, nonton Film, dan yang lainnya. Hal inilah yang terkadang membuat para pelajaran menerapkan perilaku hidup boros. Pacaran juga akan melemahkan daya kreativitas dan menyulitkan konsentrasi, karena pikiran mereka semata-mata hanya tertuju kepada pacarnya.

Pacaran bisa menurunkan prestasi belajar. Karena prestasi belajar bisa menurun jika ada permasalahan yang cukup berat sehingga mengganggu konsentrasi dan gairah untuk belajar atau lebih senang menghabiskan waktu bersama sang pacar daripada belajar.

Pergaulan sosial dengan teman sebaya maupun lingkungan sosial sekitar pun bisa menyempit. Pergaulan menjadi sempit karena lebih banyak menghabiskan waktu hanya berdua dan berdua seakan dunia hanya milik berdua. Makin lama biasanya menjadi sangat bergantung pada pacar atau sebaliknya dan tidak memiliki pilihan untuk interaksi sosial lainnya. Hubungan dengan keluarga pun biasanya menjadi sedikit renggang lantaran waktu luang lebih banyak dihabiskan dengan pacar.

Hubungan dengan pacar tentu saja tidak mungkin selamanya akan berjalan semulus yang semula diduga karena memang ada perbedaan sifat, kebiasaan, dan gaya hidup yang berbeda. Hal itu menyebabkan banyak sekali terjadi masalah dalam hubungan. Biasanya hal itu akan menguras energi dan emosi serta menimbulkan stres hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Dan dampak negatif yang terbesar di antaranya, kurangnya gairah yang membara untuk belajar di kelas.

Penulis:
Aprilia Hani Fasiha
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

Baca Juga