Ikut Membangun

Dampingi Menteri Agama, Herman Deru Wanti-wanti Kontraktor Kampus B UIN Raden Fatah

Palembang — Mengawali agenda kerjanya hari Rabu (31/10), Gubernur Sumsel Herman Deru mendampingi Menteri Agama (Menag) RI Lukman Saifuddin menghadiri groundbreaking sekaligus menyebar benih ikan di Kampus B UIN Radan Fatah di kawasan Jakabaring.

Dalam sambutannya Lukman Hakim Saifuddin mengatakan dihadirkannya gedung baru Kampus B UIN RF di lahan seluas 35 hektar ini bertujuan untuk mengakomodasi dan memfasilitasi anak didik mendalami ilmu-ilmu Keislaman dengan sarana yang representatif.

“Ini kebutuhan internal yang tidak kalah penting untuk merespons harapan dunia terhadap Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Apa yang akan diwariskan ke generasi mendatang tentu bukan hanya dalam konteks Indonesia saja tapi dunia. Makanya diperlukan lembaga pendidikan yang representatif. Itu pula yang jadi alasan pemerintah membangun 58 PTAIN tahun ini. Karena kita tahu pendidikan Islam ikut memberi sumbangsih menjaga peradaban dunia,” jelasnya.

Dijelaskan Lukman, proses groundbreaking Kampus B UIN RF ini melalui proses yang sangat panjang dan merupakan keberhasilan semua pihak bukan hanya jajaran Kemenag, anggota DPR, DPD, Pemprov maupun Pemda. Groundbreaking ini juga bukan hanya kepedulian tapi wujud nyata dari eksekutif dan kalangan legislatif.

” Kalau bicara tentang pendidikan kita harus punya persepsi dan pandangan yang sama. Bahwa bangsa kita sangat memprioritaskan pendidikan. Selain Taiwan kita adalah satu-satunya. negara yang khusus mengalokasikan APBN dan APBD sekurang-kurangnya 20%. Jadi kita sangat berterima kasih sekali pak Gubernur telah menghibahkan tanah yang begini luasnya 35 hektar,” jelas Menag.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Lukman berpesan khususnya kepada PT. Nindya Karya agar menanamkan kesadaran bahwa pembangunan ini bukan semata membangun fisik atau benda mati. Tapi menurutnya tanamkanlah kesungguhan niat bahwa pembangunan ini adalah sebagian dari proses membangun peradaban dunia dan umat manusia.

“Semua berlandaskan niat, jadi luruskan dulu niat kita bahwa kita sedang beribadah mewujudkan generasi muda yang jauh lebih berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan groundbreaking ini sangat membanggakan karena bisa menjadi indikator bahwa perekonomian Indonesia khususnya Sumsel dalam kondisi yang stabil.

Menurut HD tidak mungkin Islamic Development Bank (IsDB) mau memberikan bantuan jika ekonomi Indonesia atau Sumsel lemah.   Hal ini diakuinya sangat membanggakan karena artinya kondisi Sumsel masih sangat kuat.

“Kita juga punya semangat yang sama di bidang pendidikan. Hibah ini bentuk perhatian kita lihat saja nilainya mencapai Rp1 triliun. Saya selaku gubernur sangat berterima kasih dan bangga lada menteri dan presiden yang memberikan perhatian lebih. Makanya saya minta betul kontraktor bekerja dengan kualitas jangan sampai apa yang membanggakan ini terganggu,” jelasnya mengingatkan.

Sementara itu Rektor UIN RF, Prof Sirodzi menjelaskan bahwa proses groundbreaking ini memang memakan waktu yang panjang hampir 6 tahun karena harus melewati berbagai tahapan. Pembangunan kampus ini menurutnya akan menelan dana Rp430 miliar. Dimana Rp 90 miliarnya sudah lebih dulu digunakan untuk persiapan SDM agar bisa menghandle sarana dan prasarana Kampus B.

“Untuk kontruksinya gedung ini nanti akan terdiri dari 6 unit gedung fakultas, 1 unit gedung rektorat, 1 unit perpustakaan besar dan 1 unit integrated laboratorium. Semoga kita segera bisa miliki kampus model berstandar internasional dan berkarakter Islami. Sesuai kontrak kerja 9 unit beserta infrastruktur ini akan selesai dikerjakan selama 16 bulan mulai Oktober,” ungkap Sirodzi.

Mengingat lahannya yang sangat luas, Rektor UIN itu mengatakan pembangunan akan dilakukan bertahap 1, 2 dan 3. Untuk tahap awal ini pembanguna akan menghabiskan sekitar 10 hektare lahan baru kemudian dilanjutkan ke tahap 2.

“Kami sangat berterimakasih sekali atas perhatian pak gubernur. Semoga ini bisa memperkuat mutu pendidikan di Sumsel ke depan,” singkatnya.

Selain Menteri Agama, dalam kesempatan tersebut hadir juga Dirjen Bimbingan Masyarakat islam, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Kapolda Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, anggota DPR RI, DPD RI, Bupati, tokoh masyarakaat serta Rektor UIN Walisongo Semarang, dan Rektor UIN Sumatera Utara serta pimpinan perbankan dan masyarakat.

HD Banggakan Kiprah Penyuluh Agama

Setelah menghadiri groundbreaking sekaligus menyebar benih ikan di Kampus B UIN Radan Fatah di kawasan Jakabaring, Gubernur Sumatera Selatan dan Menteri Agama RI di dampingi Kakanwil Kemenag Sumsel bertolak ke asrama haji untuk menghadiri acara Sapa Penyuluh, Peresmian Rumah Ibadah, Serta Kantor Pelayanan Nikah dan Haji Bersumber dari SBSN.

Dalam kesempatan itu HD juga mengungkapkan rasa terimakasih dan bangga kepada seluruh jajaran Kantor Wilayah Agama Sumsel terkhusus para penyuluh agama di Sumsel yang telah menjaga kerukunan umat beragama di Sumsel.

Sebelumnya Alfajri Zubidi selaku Kakanwil Agama Sumsel mengatakan bahwa hadir dalam acara tersebut 1500 penyuluh agama yang ada di Sumsel.

Dalam sambutannya, Alfajri juga mengatakan melalui terbangunnya lima rumah ibadah di Sumsel yang bertepatan di JSC merupakan bukti bahwa Sumsel sebagai Provinsi bebas konflik antar umat beragama.

Adapun dalam sambutannya Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin berpesan kepada para penyuluh agama yang hadir agar mampu menghadirkan esensi agama yang sesungguhnya di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.

Tak hanya itu, Lukman mengatakan agar para penyuluh dapat mencerahkan umat yaitu dengan penuh cinta, jangan ada benci dan memanusiakan manusia agar dapat menjaga harkat martabat manusia itu sendiri.

“Mari hadirkan agama dari esensi agama yg sesungguhnya kepada masyarakat, ketika kita berada di tengah-tengah kemajemukan, mari kita mengedepankan sisi dalam agama itu, dan mencerahkan umat dengan memanusiakan manusia agar menjaga harkat dan martabat manusia itu sendiri, jangan pernah punya rasa benci sekecil apapun namun selalu pasang rasa cinta, dakwah itu dengan kelemahlembutan bukan dengan paksaan agar umat beragama yg majemuk ini tdk mudah terprovokasi sehingga tidak memecah persatuan” ujarnya. (***)

 

Baca Juga