Ikut Membangun

Diduga Jalan Cor Beton Tidak Sesuai RAB

Pekerjaan Asal-asalan, Nilai Proyek Rp 1,2 Miliar

Inderalaya — Diduga peningkatan jalan cor beton panjang 800 Meter lebih di Dinas PU PR Tahun 2018 yang dikerjakan CV Mitra Karya dengan nilai sebesar Rp 1.286.000.000 tidak sesuai dengan RAB dan spesifikasi teknis, bahkan pekerjaan proyek tersebut diduga asal-asalan.

Pasalnya, hamparan batu agregat B serta timbunan yang terpasang tidak sesuai kontrak, hal tersebut menimbulkan kerugian negara akibat Dari kelebihan pembayaran terhadap volume terpasang.

Berdasarkan data dan informasi yang didapat dari warga Pulau Semambu M Irwansyah mengatakan peningkatan jalan di Desa Pulau Semambu Kecamatan Inderalaya Utara tersebut dengan cor beton K 300 dengan tebal 15 Cm, Lebar 4 Meter, hamparan agregat B tebal 10 Cm, timbunan pilihan tebal 15 Cm Dan existing (lapis terpal plastik) dengan waktu pengerjaan 70 hari, “katanya.

Ia mengatakan berdasarkan investigasi Kamis(3/01) aktifitas pekerjaan sudah dihentikan, timbunan asal jadi dengan panjang sekitar 200 meter, sedangkan panjang jalan yang dicor lebih dari 800 meter, diduga hamparan agregat B yang dipasang sebelum di cor tidak sampai 10 cm.

Bahkan existing dipasang tidak secara keseluruhan melainkan hanya di kedua sisi pinggir bagian jalan yang di cor.

Sementara menurut pejabat pemerintah Desa serta tokoh masyarakat pihak perusahaan tidak ada membuat base camp maupun sewa tempat untuk base camp, hal semacam inilah yang menimbulkan kuat dugaan pengerjaan proyek ini tidak sesuai spesifikasi dan RAB dalam kontrak.

Sedangkan Kadis PUPR Ir Juni Edi melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Herman mengatakan terkait proyek pengerjaan cor beton di Pulau Semambu tersebut sudah selesai 100 persen akhir tahun 2018 lalu, dan sudah dibayarkan 95 persen dari nilai kontrak tinggal 5 persen untuk pemeliharaan.

“Pekerjaan nya sudah sesuai kontrak. kalau masalah timbunan pilihan ya seperti yang dikerjakan itu lah. yang ditimbun sekitar 200 meter meski panjang jalan yang di cor 870 meter bahkan tidak sampai 900 Meter, kira-kira seperti itu, jelas Herman.

Lebih lanjut pihak kontraktor CV Mitra Karya yang beralamat di Kayuagung OKI belum berhasil diminta klarifikasi terkait progres dan nominal pencairan proyek tersebut. (sar)

 

 

 

 

Baca Juga