Ikut Membangun

Dirambah Kapitalisme, Pendidikan Rusak

ADunia pendidikan telah di rambah kapitalisme dan sudah menjadi industri, sehingga semuanya serba angka, kalau angka-angka itu nilainya bagus artinya berhasil. Padahal yang sebenarnya edukasi membuat orang bertanggung jawab terhadap orang lain, tidak sekadar mengejar sukses untuk diri sendiri, tak sekadar korporasi tapi koperasi.

“Para pemikir kita sejak awal sebagai kekayaan budaya sudah prinsip-prinsip kegotongroyongan yang sangat kental dan di ajarkan Pancasila. Kalau itu di laksanakan maka selalu ada hubungan silaturahmi yang di kenal dengan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)”.

Ada upaya-upaya atau rekonstruksi agar hasil dari pendidikan menjadi buruk dan terpuruk seperti yang terjadi sekarang ini. Lebih dari itu telah terjadi pembusukan pendidikan, sehingga akan lebih mudah di jadikan sebagai lahan bisnis atau industrialis.

Pendidikan di negeri ini semakin hari semakin bertambah rumit permasalahannya. Permasalahan yang satu belum selesai timbul lagi permasalahan yang lain. Apalagi sekarang timbul permasalahan baru yaitu Kapitalisme Pendidikan.

Begitu sangat kompleks permasalahan pendidikan yang kita alami, dan permasalahan pendidikan ini tidak akan pernah selesai karena seiring berkembangnya zaman dalam era globalisasi dan perkembangan-perkembangan yang lain seperti IPTEK dan kebudayaan, mengakibatkan permasalahan dalam dunia pendidikan juga semakin berkembang.

Tidak ada dampak positif yang ditimbulkan akibat adanya sistem kapitalisme pendidikan ini. Semua dampak tersebut bermula karena adanya privatisasi. Dampak akibat penerapan kapitalisme dalam sistem pendidikan menyebabkan pemerataan pendidikan kurang merata, karena masih banyak warga yang belum bisa mengakses dan mendapatkan pendidikan. Hal tersebut dikarenakan semakin mahalnya biaya pendidikan yang tidak dapat dijangkau oleh sebagian masyarakat. (***)

Penilis: Fiza Azhari
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang
NIM: 1730201181
Prodi/MK: PGMI 06/Karya Tulis Ilmiah

 

Baca Juga