Ikut Membangun

DPW Perindo Sumsel Bagian Dari HDMY

Bukan Pelengkap Seperti Anggapan Pasangan Lain

Palembang — Pasangan balon Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) dan balon Wagub Sumsel H Mawardi Yahya (HY) bersama ratusan simpatisan mendatangi Kantor DPW Perindo Sumsel Palembang, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) DPP DPW DPD dan sayap Partai Perindo, (30/12). Kedatangan mereka guna meminta dukungan untuk pencalonan dalam pilkada gubernur.

Balon Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan tujuan kedatangan HDMY guna meminta dukungan Partai Perindo untuk pencalonan dalam demokrasi pilkada gubernur. “Memang ini partai baru, belum bisa mengusung namun boleh mendukung. Insya Allah kita berjodoh, atas nama HDMY kita ungkapkan terima kasih tidak hanya lisan tapi bersama kita bisa melakukan percepatan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pembangunan di segala bidang. Konsisten konsekuen speed (kks) ini yang penting untuk memenangkan HDMY,” jelas mantan bupati OKUT dua periode ini

Balon Wagub Sumsel H Mawardi Yahya mengatakan kalau calon lain seperti Ishak Mekki, Dodi, Aswari, Partai Perindo mungkin hanya sebagai pelengkap namun kalau memberikan dukungan kepada HDMY maka menjadi bagian

“Perindo itu bagian dari kami bukan hanya sekedar pelengkap seperti anggapan pasangan lainnya. Mari bersama berjuang memenangkan pasangan HDMY dan beri dukungan kepada kami. Yang jelas kami menyatakan mencalonkan diri sebagai balon gubernur dan bacalon wagub yang terakhir namun kami mau menjadi gubernur dan wagub sumsel periode 2018-2023. Seluruh jajaran kepengurusan minta dukungannya karena kami pasangan paling tepat untuk memimpin Sumsel, “ujarnya

Ketua DPW Perindo Sumsel H Febuar Rahman SH mengatakan sudah ada beberapa bakal calon gubernur yang datang ke Perindo Sumsel untuk meminta dukungan namun pihaknya yakin kalau dukungan akan jatuh ke pasangan HDMY

“Permohonan dukungan sudah ada beserta hasil survey dari lembaga survey . Pasangan HDMY kalau memimpin lebih baik, Pak Mawardi sebagai tokoh pembangunan OI, bupati pertama yang dipilih rakyat dan keduanya tokoh pemekaran. Bagaimana kemajuan Oi dan Okut tak lepas dari mereka. “Dalam memilih pemimpin janganlah coba coba. Pilih yang sudah teruji dan mampu menyejahterakan masyarakat banyak,” jelas Febuar. (sar)

 

 

Baca Juga