Ikut Membangun

Kids Jaman Now vs Kids Jaman Old

Arus globalisasi pada zaman yang modern ini sudah banyak sekali membawa kita kepada perubahan yang drastis pada segala aspek kehidupan. Mulai dari fashion, cara bersosialisasi, sopan santun dan masih banyak aspek yang lainnya. Perubahan terjadi pada semua kalangan.

Baik itu pada anak-anak, remaja, dewasa, maupun orangtua. Perubahan itu pasti bisa dirasakan pada semua insan yang bernyawa didunia ini. Perubahan itu tidak bisa dihindari karena itu telah menjadi tuntutan zaman.

Kata “Kids jaman now” emang lagi menjadi tranding topik di kalangan netizen. Banyak ulah mereka yang membuat geleng-geleng kepala saking absurdnya. Mungkin bagi kita yang merasa nggak satu generasi sama mereka, akan menganggap mereka itu alay, lebay, atau malah aneh karena merasa jauh berbeda dengan zaman kita dulu. Tapi bagi mereka yang termasuk generasi kids jaman now, justru menganggap bahwa diri mereka itu keren dan gaul abis. Yah maklum namanya juga masa-masa puber.

Kids jaman now yang dimaksud yaitu era 90 ke atas, sedangkan kids jaman old era 90 kebawah. Perbedaan kids jaman now dengan kids jaman old sangat berbeda mulai dari permainan, kalau kids jaman old mainnya diluar rumah bersama anak-anak tetangga ataupun teman-teman sekolah, perminannya petak umpet, main kelereng, main layangan dan mainan yang lainnya sehingga sering lupa waktu pulang.

Tapi kalau kids jaman now mainnya dirumah aja, mainannya play station (PS), smarthphone, game online sehingga lupa waktu untuk main diluar rumah.

Kids jaman old kalau kumpul-kumpul kerjaannya makan-makan, cerita-cerita, ketawa-ketawa kalau mau diabadikan moment-nya paling foto semua anggotanya. Tapi kalau kids jaman now kumpul-kumpul kerjaannya sibuk mainin gadget masing-masing padahal kadang cuman geser-geser menu aja, sediaman aja semuanya, kalau makan makanannya difoto dulu terus diupload ke akun sosial media masing-masing, kalau mau diabadikan momentnya selfi-selfi terus, kalau jelek dihapus terus foto lagi, gitu aja terus sampai dapat foto yang bagus.

Pada aspek pendidikan, kids jaman now dan kids jaman old sangat berbeda. ketika mau melewati kerumunan atau tempat dimana ada guru mereka yang sedang duduk, para siswa cenderung takut, malu, dan seringkali mengurungkan niatnya untuk lewat didepan mereka, kalaupun terpaksa lewat didepan para guru, sopan santunpun dimaksimalkan, dengan mengucap, permisi atau sambil membungkuk-bungkuk melewatinya. Tapi kids jaman now, jangankan sopan santun yang dimaksimalkan, malah lewat didepan Guru sambil loncat, lari-lari, tidak menghiraukan bahwa lewat didepan guru, bahkan ada yang menegur gurunya dengn sapaan “hai bro” ataupun apalah panggilan untuk gurunya.

Kids jaman old dicubit, dipukul pakai penggaris, atau bahkan ditampar sekalipun itu menjadi perlakuan yang biasa. Bahkan saat peristiwa itu dilaporkan kepada orang tua dirumah, maka siap-siap saja mendapatkan hukuman tambahan dirumah. Karena orang tua kita mengetahui bahwa tidak mungkin guru menghukum siswanya jika bukan karena kesalahan siswa itu sendiri. Tetapi kids jaman now jika diberikan sedikit hukuman fisik maka akan mengadukannya kepada orang tuanya dirumah dan orang tua tidak meng introspeksi diri sang anak, malah guru diserang disekolah bahkan diperkarakan di rana hukum.

Kids jaman now belajarnya sudah canggih, catatan gak perlu di catat, cukup difoto pakai smartphone masing-masing, berbanding terbalik sama kids jaman old mesti dicatat dibuku masing-masing. Kids jaman old kalau getik menggunakan mesin tik, kalau kids jaman now sudah pakai komputer atau laptop. Kids jaman now semua informasi sudah ada di google, jadi kalau yang rajin tambah pintar dan juga sebaliknya kalau yang pemalas kurang pengetahuannya.

Penulis:
Denia Widiani
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

Baca Juga