Ikut Membangun

Mendidik Anak Perempuan Dimasa Remaja

ASeperti yang kita ketahui anak perempuan adalah anak paling sensitive terhadap lingkungan sekitar , membesarkan anak perempuan beda dengan membesarkan anak laki-laki , oleh sebab itu  kebanyakan orang tua lebih takut membesarkan anak perempuan karena lebih banyak tantangan mengurus anak perempuan.

Anak perempuan mempunyai fase dimana mereka mengalami kedewasaan yang mungkin di saat seperti inilah dimana orang tua harus masuk kedalam dunia mereka, disaat anak-anak mulai beranjak remaja hal-hal yang sedikit aneh akan muncul pada seorang anak hal ini disebabkan oleh faktor teman-teman, lingkungan keluarga dan sekolah , di dalam perkembangan biologis, seorang remaja juga mengalami perubahan, perkembangan dan pertumbuhan dalam perasaan religius yang ditandai dengan munculnya muatan spiritual yang murni dan suci dalam dirinya. Seorang anak remaja itu ada dua sifat yaitu anak yang lebih kuat spiritualnya (agamanya) dan anak yang lebih mementingkan dunianya.

Kedua sifat terjadi karena dari kedua orang tua mereka dan keluarga mereka, dimasa ini seorang anak menjadi sangat labil  dimana mereka sedang merasakan cinta, gembira, senang, dan sebagainya.

Anak yang seperti ini sangat susah sekali ditebak karena setiap harinya mereka akan berubah-ubah mood nya, dan dari itu kita sebagai pendukung terhadap apa yang mereka lakukan.

Anak yang seperti ini harus di ajak bicara dan kita harus menjadi seorang temannya. Orangtua harus berubah menjadi teman mereka karena dengan menjadi teman mereka kita akan tahu apa yang sedang dia rasakan di hidup sianak.

Sebagai orang tua kita harus menjelaskan kepada anak perempuannya bahwa niat dan keinginan yang buruk pada diri seseorang itu bagaikan kuman yang menggerogoti tubuh. Kuman dapat menyebabkan sakit pada tubuh, niat dan keinginan yang buruk juga dapat membuat jiwa menjadi sakit. Untuk itu kita harus lebih memahami karakter anak, dengan membuat anak tidak merasa tertekan terhadap orang tua kita harus memerhatikannya.

Anak lebih cenderung menghabiskan waktunya dengan teman, anak lebih tertarik memegang handphone dari pada kumpul bareng keluarga , dan seorang anak itu lebih memilih mencurahkan hatinya kepada pacarnya atau temanya ketimbang dengan ibunya.

Penulis: Maulina Dewi
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

Baca Juga