Ikut Membangun

Menjadi Guru Hebat, Siapa Takut?

Mungkin kita masih ingat sebuah ungkapan populer pada iklan minuman yang menyatakan “mulutmu harimaumu”, ungkapan ini memiliki makna bahwa kata-kata ibarat harimau yang bisa menjaga kita dari orang-orang jahat dan sekaligus menerkam dan menghabisi kita bagi yang tidak bisa menjaga mulutnya sendiri. Dengan kesejukan kata-kata yang baik akan menjadi nektar yang memberikan kehidupan bagi setiap orang yang mendengarnya.

Menjadi seorang guru adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kata-kata sebagai senjatanya. Setidaknya ketika sedang mengajar, seorang guru mengeluarkan sepatah atau dua fatah kata yang keluar dari mulutnya. Sebagai sosok yang konon akan ditiru oleh anak didiknya semua kata-kata seorang guru itu pasti akan selalu diperhatikan anak didiknya ketika dia menyampaika sesuatu yang bermakna.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak di zaman now lebih mudah meniru kata-kata yang kotor dari pada kata-kata yang baik. Jika anak-anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar melawan, dan jika seorang guru mendidik dengan umpatan maka anak didiknya akan belajar mencela, itulah yang disebut anak-anak mudah meniru apa yang diberikan seorang guru kepada anak didiknya.

Memang benar setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita dapat memberikan pengaruh bagi diri kita sendiri maupun orang-orang yang disekitar kita, baikitu pengaruh positif maupun pengaruh negatif, kata-kata yang baik akan memberikan pengaruh positif dan kata-kata yang tidak baik kan memberikan pengaruh negatif. Kata-kata yang positif dapat membangun semangat hidup seseorang, mendatangkan persahabatan, dan memberikan kebahagiaan untuk semua orang. Sedangkan kata-kata yang negatif dapat mempengaruhi pikiran seseorang untuk berbuat jahat dan menghancurkan hidup orang lain.

Oleh karena itu, kita harus menjaga kata-kata kita agar tidak menjadi kutuk bagi orang lain, melainkan menjadi berkat dan sebuah doa untuk orang tersebut. Lidah yang tidak bertulang ini sangat mudah digerakkan. Dan bisa menjadi berkah atau pun bisa mendapatkan musibah. Dengan kata-kata kita bisa membangun dunia.

Semua orang lebih-lebih guru sebagai pembentuk karakter anak harus bisa membangun dunia melalui kata-kata. Baik dan tidaknya dunia anak-anak yang ada di sekitar bisa terbentuk melalui kata-kata. Selain itu ucapan doa seorang guru lah yang ikut menentukan dunia kita dan orang-orang di sekitar kita ini yang mungkin sekarang ini belum terlihat jelas.

Penulis:
Antania Aulina
Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang

 

Baca Juga