Ikut Membangun

Menumbuhkan Minat Belajar Matematika Pada Anak

Belajar matematika itu susah? Tidak jarang kita dapati banyak anak mengeluhkan pelajaran matematika di sekolah. Banyak dari mereka mengaku sulit memahami pelajaran matematika, padahal pelajaran ini menjadi komponen wajib dalam kurikulum, yang artinya akan terus diajarkan dari jenjang sekolah dasar hingga menengah.

Dilihat dari manfaatnya, matematika menjadi salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berpikir dan berargumentasi. Kegunaan ilmu ini bersifat jangka panjang dan sepanjang hidup maka dari itu menumbuhkan minat belajar matematika anak perlu dibina sejak dini.

Pengajaran matematika sebaiknya menempatkan anak sebagai subjek yang belajar aktif. Jika didapati ada siswa yang kurang minat untuk mempelajari matematika, maka harus ada penanganan dari guru dan juga orangtua. Para pengajar harus dapat menyusun sistem pembelajaran untuk materi matematika dengan strategi yang bervariasi dan melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran yang dilakukan harus mengacu pada peningkatan aktivitas dan partisipasi siswa. Para pengajar harus berupaya mengubah cara mengajarkan matematika menjadi lebih menarik dan menyenangkan sehingga dapat menumbuhkan minat belajar matematika anak didik untuk belajar matematika tanpa paksaan.

Berikut ini 5cara menumbuhkan minat belajar matematika pada anak didik yang bisa dilakukan:

  1. Menciptakan penyajian materi yang bervariatif dan menarik. Penyajian materi bisa dalam bentuk permainan, diskusi, atau kegiatan outdoor. Hal ini untuk mencegah siswa merasa bosan dengan pelajaran matematika.
  2. Menerjemahkan soal matematika dalam bentuk permainan. Misalnya untuk konsep pengurangan dan penjumlahan pada sekolah dasar bisa dikenalkan melalui permainan peran sebagai penjual dan pembeli.
  3. Mengajak anak berlomba mengerjakan soal matematika. Jika terlibat dalam sebuah perlombaan, anak akan termotivasi untuk menyelesaikan soal matematika dan cara ini lebih menyenangkan apalagi jika ada reward yang bisa diterapkan.
  4. Menggunakan teknologi sebagai alat bantu. Misalnya, agar anak lebih mudah memahami tentang bangun ruang, pengajar bisa membuat peraga visual yang bisa ditonton oleh anak-anak di kelas.
  5. Anak diminta membuat karya yang berhubungan dengan materi matematika yang kemudian dipajang di depan kelas atau diikutkan dalam berbagai lomba. Hal ini akan mengembangkan kemampuan siswa tidak hanya berkaitan dengan pemahaman tentang materi matematika tetapi juga kreativitasnya.
Baca Juga