Ikut Membangun

Minimnya Pendidikan Agama di Kalangan Pelajar

Pendidikan agama sangat penting untuk di ajarkan kepada anak, supaya anak dapat membedakan yang mana baik dan buruknya suatu perbuatan, oleh karena itu pendidikan agama harus di ajarkan orang tua di rumah dan guru di sekolah. Pendidikan agama sangat erat sekali kaitannya dengan pendidikan umumnya, pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan anak terhadap Allah Swt. dan membentuk kepribadian yang Akhlakul Karimah, tujuan pendidikan Islam ialah untuk membentuk akhlak yang dilakukan melalui proses pembelajaran.

Dampak dari minimnya pendidikan agama di kalangan pelajar sudah sangat menghawatirkan perilaku remaja saat ini sudah tidak dapat dihindari lagi, seperti tawuran, narkoba, serta pergaulan bebas sudah sangat merajalela dikalangan pelajar hal ini dikarenakan kurangnya perhatian orang tua dan guru di sekolah.

Walaupun kita sebagai orang tua sibuk sebaiknya tidak lupa meluangkan waktu untuk memperhatikan anak supaya tidak terjebak pada perbuatan yang tidak baik.

Penguatan mata pelajaran secara umum menjadi efektif penangkal demoralisasi siswa. Rusaknya moral siswa seperti tawuran antar pelajar, penggunaan narkoba dan kebebasan seksual terjadi karna pemahaman dan praktik keagamaan yang kurang. Untuk itu sebaiknya sekolah menambah waktu ekstra untuk jam keagamaan, hal itu dimaksudkan dengan penambahan waktu praktik keagamaan dapat menangkal siswa dari bahaya kerusakan moral serta menguatkan spritual siswa sehingga pemahaman siswa tadinya belum baik, dapat menjadi lebih baik.

“Ibu Jummina sebagai orangtua murid sangat setuju jika adanya penambahan jam keagamaan dengan tujuan untuk menghindari kerusakan akhlak dan moral untuk anak bangsa, dan tidak perlu khawatir jika bertambahnya wawasan tentang agama dan saya yakin bahwa anak akan menghindari hal yang dapat merusak akhlak dan moralnya dengan pendidikan agama yang kuat anak tidak akan terjerumus pada perbuatan negatif,” ucap ibu Jumina.

Pendidikan agama sangat banyak manfaatnya siapa lagi penerus bangsa kalau bukan generasi yang akan datang.

Penulis:
Fitri Handayani
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

Baca Juga