Ikut Membangun

MTQ 2018 Ogan Ilir Terkendala Penginapan

H Ilyas Panji Alam

Inderalaya — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Ilir (OI), bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) 2018 tingkat Provinsi yang dijadwalkan berlangsung di bumi “Caram Seguguk” April 2018 mendatang.

Saat ini, segala upaya teknis dan non teknis yang berkaitan dengan proses pelaksanaan MTQ telah dipersiapkan oleh pemerintah setempat mulai dari lokasi penyelenggaraan maupun rapat koordinasi bersama pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Akan tetapi, Kabupaten OI selaku tuan rumah penyelenggaraan cukup mengalami kendala. Mengingat, belum ada lokasi penginapan yang memadai bagi kafilah-kafilah disetiap Kabupaten Kota di Sumsel yang akan mengikuti pelaksanaan kegiatan MTQ 2018 nanti.

Panitia pelaksana Drs Ansyori Hijazi yang juga Kabag Kesra Pemda OI, Rabu (20/12) mengatakan lazim bila faktor penginapan menjadi kendala. Mengingat, di Kabupaten OI belum banyak terdapat hotel-hotel dan penginapan.

“Satu-satunya hotel yang ada di Kabupaten OI yakni hotel Tripika yang berada di Inderalaya. Namun, hotel tersebut tidak dapat menampung terlalu banyak jumlah peserta. Karena, kita ketahui, satu Kabupaten Kota saja mengirimkan lebih kurang 50-60 kafilah, itu sudah termasuk offisial. Sementara, untuk penginapan seperti di penginapan Indrysari mereka menolak,” kata Ansyori.

Akan tetapi, lanjutnya, Pemkab OI telah mengupayakan tiga titik lokasi penginapan bagi peserta MTQ antara lain, menggunakan gedung “student center” kampus Unsri Inderalaya, gedung LPMP serta gedung Komisi IV DPRD OI.

“Kalaupun nanti situasi mendesak tidak ada jalan keluar, kita terpaksa melobi rumah-rumah warga yang kosong dan tidak dihuni, untuk sementara digunakan bagi penginapan peserta kafilah MTQ,” terang Kabag Kesra Pemda OI.

Ditambahkan Kabag Kesra, bila nanti gedung Student Center kampus Unsri Inderalaya, gedung LPMP dan gedung Komisi IV bakal dijadikan lokasi penginapan, ia menghimbau kepada peserta MTQ untuk membawa sendiri segala keperluan sarana prasarana peralatan penginapan seperti kasur bantal dan lain-lain.

“Namun, bila nantinya jalur tol Palindra tahap ketiga sudah bisa dilalui kendaraan. Saya rasa bagi peserta yang berasal dari Palembang pada umumnya bisa pulang pergi. Mengingat jarak tempuh tidak memakan waktu lama,” harap Ansyori. (sar)

Baca Juga