Ikut Membangun

Pengaruh Pergaulan Bebas Terhadap Moral Remaja

Moral adalah perbuatan, tingkah laku atau ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain.  Di zaman sekarang mempunyai nilai implisit karena banyak orang yang mempunyai moral atau amoral itu dari sudut pandang yang sempit, moral itu sifat dasar yang diajarkan sekolah-sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ingin di hormati.

Minat remaja terhadap pendidikan agama Islam sangat minim. Seperti yang diketahui bahwa para remaja sekarang hanya beberapa persen yang mempunyai minat untuk mempelajari dan memahami ilmu pendidikan agama sebagian lagi menganggap itu tidak terlalu penting dan terlalu kuno bagi mereka. Mereka terlalu bangga dengan pergaulan yang tidak seharusnya dilakukan dan mereka anggap penting tanpa memikirkan risikonya.

Masa remaja adalah masa dimana anak remaja memiliki mental dan emosional yang tinggi dan mereka juga belum memahami abstar serta perkembangan kognitif pada remaja.

Banyak remaja yang beranggapan bahwa seks bebas, kebut-kebutan dijalan, aborsi, bolos sekolah dan tawuran menjadi satu hal yang biasa, mereka beranggapan hal seperti itu sebagai suatu kebanggaan dan untuk mendapatkan pengakuan dari teman-teman sepergaulannya yang mengakibatkan rusaknya moral remaja, dan kerugian bagi diri mereka sendiri.

Hal ini disebabkan oleh pengaruh negatif teknologi yang semakin canggih yang memudahkan semua remaja dan orang lain mengakses tanpa batas, dan pengaruh globalisasi yang tidak dapat mereka bending, salah memilih teman dan pergaulan, serta kurangnya pengawasan dari kedua orang tua menjadi faktor pendukung remaja melakukan hal yang membuat moral mereka turun.

Remaja yang telah terjerumus dalam pergaulan bebas yang biasanya tidak peduli dengan akibat yang dilakukannya dan mereka tidak peduli tentang keresahan masyarakat akibat perlakuan anak remaja-remaja tersebut.

Karena pergaulan yang seperti itulah sering terjadi kerusakan moral, etika, dan akhlak remaja dan mereka tidak menyadari dampak-dampak yang akan muncul akibat pergaulan yang mereka ikuti seperti rusaknya masa depan, pendidikan menjadi terganggu, sulit berkonsentrasi, gangguan pada kesehatan, dan sebagainnya.

Oleh sebab itu, seharusnya anak selalu diberi pengetahuan tentang agama, akhlak, moral dan etika yang baik agar anak remaja tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas sehingga mereka merasa kurangnya perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya terhadap mereka.

Sedangkan beda lagi dengan anak yang broken home mereka melampiaskan kekesalan terhadap orang tua mereka yang membuat anaknya menjadi tidak terkendali saat marah sehingga mereka itu sering mengikuti pergaulan  teman-temannya yang  dapat merusak dirinya sendiri.

Oleh sebab itu anak yang mengalami broken home haruslah lebih diperhatikan dengan diberi pengawasan oleh kedua orang tuanya dan lingkungan sekitar yang baik agar mereka tidak mengalami kesendirian serta mereka tidak merasakan dikucilkan oleh siapa pun apalagi oleh kedua orang tuanya sendiri.

 

Penulis:
Dewi Sumsari
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang
 

Baca Juga