Ikut Membangun

PTBA Membangun Kebersamaan, Meraih Sukses 2018

Perayaan Malam Tahun Baru Menampilkan Kesenian dan Tarian Daerah

Muaraenim — Perayaan malam pergantian tahun baru 2018 di PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk berlangsung meriah, Minggu (31/12/2017). Acara berlangsung di dua lokasi, pertama di GOR Tanjungenim dengan menghadirkan artis penyanyi Regina. Lokasi kedua di Fasos PTBA Tanjungenim. Acara dihadiri jajaran direksi PTBA dan dari pemda Kabupaten Muaraenim serta Kabupaten Lahat. Acara diisi oleh ustadz Wijayanto.

Acara makin meriah dengan disuguhkan seluruh kesenian daerah. Menurut Humas PTBA Anis Fuad, dengan menampilkan seluruh kesenian dan tarian daerah selama tiga hari di Fasos Tanjungenim. Acara ini sejalan dengan upaya mempromosikan dan mengangkat Kota Tanjungenim sebagai tempat tujuan wisata di Sumsel.

Direktur Utama PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk, Arviyan Arifin, yang diwakili oleh Direktur Produksi Suryo Eko Hadiyanto dalam sambutannya menyampaikan, sepanjang tahun 2017, iklim bisnis batubara mulai membaik dari tahun sebelumnya. Hal ini memberikan sinyal positif bagi PTBA. Target produksi pun 2017 tercapai. Ada pun produksi PTBA 2017, dari unit kerja PTBA naik 123 persen dari produksi tahun 2016 atau mencapai 23,19 juta ton. Dari unit PT IPC realisasi produksi 2017 mencapai 24,06 juta ton naik 122 persen dari produksi tahun 2016 sebesar 19,69 juta ton.

Sedangkan angka penjualan keseluruhan baik dari domestik atau ekspor naik 112 persen. Angkutan batubara melalui kereta api lingkup tarahan selama 2017 mencapai 18,26 juta ton dari tahun sebelumnya 14,65 juta ton. Sedangkan lingkup Derti 3,10 juta ton.

Arviyan menjelaskan, pencapaian luar biasa yang seluruhnya melebihi dari apa yang ditargetkan, merupakan prestasi bersama dan hasil kerja keras yang menggembirakan. Tidak lupa juga Arviyan menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan PTBA di Tanjungenim, Kertapati, Tarahan, Ombilin, Jakarta. Tidak lupa juga Arviyan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Muaraenim dan Lahat.

Arviyan juga mencatat selama 2017, beberapa peristiwa penting dalam perjalanan PTBA. Pada 29 November 2017 diselenggarakannya RUPS Luar Biasa, terkait dengan dibentuknya holding BUMN Tambang oleh pemerintah. Sejak saat itu juga, Bukit Asam menjadi holding BUMN Tambang bersama dengan PT Antam, PT Timah dengan induk perusahaan PT Inalum (Persero). Selain itu Bukit Asam mengalami perubahan nama dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk menjadi PT Bukit Asam Tbk.

Arviyan menyoroti perjalanan PTBA di bursa saham yaitu di Bursa Efek Indonesia. Setelah 15 tahun melantai di bursa saham harga per lembar saham PTBA pada saat penutupan perdagangan 13 Desember 2017 mencapai Rp 11.200. Bandingkan saat awal pencatatan saham PTBA harga per lembar saham sekitar Rp 575.

Arviyan menjelaskan, untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham, maka PTBA melakukan aksi korporasi yaitu pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 5:1. Dengan demikian harga perdagangan saham PTBA per 14 Desember 2017 menjadi Rp 2.240 per lembar saham.

Catatan yang menggembirakan bagi PTBA tahun 2017, diterimanya 27 penghargaan dari berbagai lembaga, antara lain 1st Runner Up Best Practice in Coal Distribution pada Asean Coal Awards 2017, Best BUMN sektor Tambang dan Migas pada tokoh Financial Award, dan Top CSR on Coal Mining Sector pada Top CSR Awards 2017. Arviyan mengharapkan pada tahun mendatang, PTBA makin berjaya dan mencapai kesuksesan melebihi dari tahun sekarang. (sar***)

Baca Juga