Ikut Membangun

Remaja Zaman Now, Kamu Punya Potensi Dahsyat Sob!

Fakta buruk remaja di sekeliling kita memang banyak, tapi jangan sedih dulu, Sob! Sebagai generasi gapleh (gaul tapi sholeh) gak boleh gitu aja pasrah kebawa arus buruk yang ada. Pada hakikatnya, kita remaja memiliki potensi yang besar nan dahsyat. Remaja kek kita Sob, sedang berada di puncak kekuatan fikiran dan fisik. Di usia ini, kita bisa punya semangat, daya kreatif dan inovatif yang lebih dibanding pas kita ntar udah tua. Jadi, jangan mau kebawa arus sekulerisme! Say no to drugs, say no to free sex, and say no to secularism!!!

Seriusan, Sob! Hakekatnya kita, pemuda-pemudi dari zaman old sampe zaman now gak berubah: kita adalah icon perubahan. Yup, icon perubahan yang bahasa kerennya agent of change. Mau bukti? Nabi Ibrahim mengguncang singgasana Raja Namrudz di masa mudanya. Hal itu diabadikan dalam QS al Anbiya: 60 yang artinya, “Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”.

Kita coba zoom ya Sob salah satu tokoh pemuda sahabat Rasulullah SAW, yaitu Mush’ab bin Umair. Mush’ab bin Umar ini adalah duta Islam yang pertama ke Madinah. Ia mulia justru karena kedekatannya dengan Islam. Jadi bukan modal ganteng rupawan en anak bangsawan doang ya Sob. Walopun masih terbilang muda, Mush’ab menjadi bunga majelis yang kehadirannya dinanti oleh sobatnya. Kecintaannya kepada ilmu menjadikannya tidak ragu mendatangi majelis-majelis ilmu.

Pemuda zaman now pun bisa loh jadi sosok layaknya Mush’ab bin Umair. Kalo kamu ber-Islam dengan sadar, bahwa itu adalah pilihan hidup kamu, kamu pasti bakalan mengerahkan segenap potensi yang Allah berikan—waktu, tenaga dan pikiran misalnya—tuk  mempelajari Islam dari akar sampe daun dan bunganya. Next step, kalo kamu udah mulai belajar Islam adalah mengubah segala perilaku kamu yang jahiliyah menjadi perilaku yang Islami: baik dalam hal ber-aqidah, beribadah, bergaul, berperilaku pada guru dan orang tua, dan dalam seluruh sendi kehidupan kamu sehari-hari: makan, minum, bermain, belajar, all out deh, sesuai ajaran Islam.

Level berikutnya kalo mau jadi pemuda zaman now yang diidamkan surga adalah bersabar dalam menghadapi segala ujian. Namanya juga menuju kebaikan, Sob… so pasti ada aja rintangannya. Baik dari godaan syaitan, hawa nafsu, atau temen sepermainan yang doyan ngegodain kamu agar tetap dalam maksiyat.  Nah, kalo kamu udah berhasil jadi pemuda zaman now yang senang berada dalam ketaatan, jangan lupa ajakin sobat lain untuk taat.. yah, itung-itung latihan berdakwah lah…

Jadi intinya, pemuda taat yang hebat itu gak lahir ujug-ujug hebat dari sononya. Ini proses panjang hasil merenungi kebenaran ajaran Islam sehingga sadar betul kalo keberadaan mereka adalah sebagai makhluk, dan Allah SWT adalah Al Khaliq/pencipta plus hasil tempaan pembinaan Islam. Jika ini dilakukan secara kontinyu, hasilnya, aqidah Islam tertancap dengan kokoh dalam jiwa kita, dan kita bakalan gemar dan mudah sekali melakukan ketaatan.

Walau berat, tapi keyakinan yang menghujam kuat menjadi kekuatan kita untuk tetap dalam islam yang kaffah. Kayak karakter para Shahabat Rasulullah gitu deeh… Dan liat aja Hasilnya…sejarah mencatat harum nama mereka, dan Allah pun memuliakan mereka di dunia dan akhirat.

So, ga ada yang instan dalam berislam, toh remaja bukan sejenis mie instan (hehe). Yuk kitaberproses untuk taat en istiqomah menjalaninya. Niscaya kita bakalan jadi generasi penerus yang membawa perubahan yang berarti bagi dunia.

So, wanna be the real agent of Change? Sobat Belia pengen jadi agen perubah yang sejati? Yuk memantaskan diri, melakukan perubahan hakiki. Jadikan Rasullah Muhammad SAW sebagai idola kita. Ikuti langkah di atas, semoga bakal tertapaki juga jejak dakwah Rasul. Dengan langkah dakwah yang dituntun wahyu,  beliau Rasulullah SAW bisa mengubah kondisi jahiliyah kepada cahaya Islam. Kita bisa kayak para Shahabat Rasul, seperti Ali bin Abi Thalib yang cerdas dan menggunakan kecerdasannya untuk kepentingan perjuangan di jalan Allah.

Yuk ah kuy, ga usah mikir lama-lama untuk mulai first step belajar Islam, merubah diri menuju perubahan yang lebih baik, dan jangan ragu juga untuk menapaki langkah-langkah merubah kondisi zaman now dengan Islam. Yuk jadi agent of change! Sekarang juga yaa… gak pake nanti!


Penulis:

Anike Pratiwi
Mahasiswi Semester 1
UIN Raden Fatah Palembang

Baca Juga